Sabtu, 05 Mei 2012

Cara menghitung jumlah tulangan


Setelah sebelumnya saya menjelaskan tentang perhitungan portal dengan menggunakan program SAP 2000 Versi 10, kali ini saya akan menjelaskan tentang bagaimana menghitung jumlah tulangan yang akan dipasang pada balok (beam). Jumlah tulangan ini tentu memperhatikan nilai Mu (Momen Ultimate) yang didapat dari perhitungan struktur portal. 



Perhitungan struktur portal bisa dihitung menggunakan beberapa metode baik manual maupun dengan program. Jika dihitung dengan manual maka dapat dihitung dengan metode Takabeya, Cross, Matrix dan lain-lainnya. sedangkan jika menggunakan program bisa menggunakan program SAP 2000, SANS Pro, Stad Pro, Etabs, Risa 2d dan 3d dan masih banyak lainnya. Untuk mendownload berbagai macam program tersebut silahkan klik disini.


Baik, simak baik-baik dan dengan cermat langkah langkah dibawah ini.
sebelumnya kita harus terlebih dahulu mengetahui nilai Mu di daerah tumpuan maupun Nilai Mu didaerah lapangan


 
1)      Tulangan PadaTumpuan

            Dimensi Balok 25 x 50 cm
Mu = 217,61 Knm
setelah itu cari nilai K
    
    Dari tabel ρ dengan melihat nilai k yaitu 5,198 didapat nilai ρ = 0,0196
    Maka
    As        = ρ. b. d
                 = 0,0196 . 250. 457,5
                 = 2241,75  mm2
Jumlah tulangannya adalah = As / (1/4πd2) = 2241,75/(1/4.π. 252)
                                              = 4,566 dibulatkan 5 bh

Sehingga tulangan tumpuan yang dipakai adalah 5D25

Kontrol Lebar Balok

Kontrol 1 lapis
     2 x p                            = 2 x 20 mm    = 40 mm
     2 x Ǿsengkang            = 2 x 10 mm    = 20 mm
     5 x ǾTulangan Pokok = 5 x 25 mm    = 125 mm
     Jarak antar tulangan    = 4 x 25 mm    = 100 mm

                                         Jumlah             =  285 mm > 250 mm (Tidak Ok)


Karena jika tulangan disusun 1 lapis penampang beton tidak mencukupi, maka tulangan akan disusun 2 Lapis ( Lapis 1 ditaruh 3 Tulangan dan Lapis 2 Ditaruh 2 Tulanagn )

Kontrol 2 lapis
     2 x p                            = 2 x 20 mm    = 40 mm
     2 x Ǿsengkang            = 2 x 10 mm    = 20 mm
     3 x ǾTulangan Pokok = 3 x 25 mm    = 75 mm
     Jarak antar tulangan    = 2 x 25 mm    = 50 mm
                                         Jumlah             = 185 mm < 250 mm ( Ok)

Cek lapisan tulangan :
d1            = h – p - Ǿsengkang – ½ Ǿ tulangan utama
                = 500 – 20 – 10 – ½ . 25                     = 457,5 mm

d2            = h - p - Ǿsengkang - Ǿtulangan utama lapis 1 – 25 – ½ Ǿtulangan lapis 2
                = 500 – 20 -10 – 25 – 25 – ½ .25        = 407,5 mm

As1 = 3. ¼.π. Ǿ2  = 3. ¼.π. 252   = 1472,62 mm2
As2 = 2. ¼ .π. Ǿ2 = 2. ¼ .π. 252 = 981,75 mm2
Setelah itu cari nilai d' dengan rumus (as1.d1 +as2.d2) / (as1+as2)
setelah dapat nilai d' maka nilai d' dimasukkan kedalam rumus untuk mencari nilai k

 
Dari tabel ρ dengan melihat nilai k yaitu 5,684 didapat nilai ρ = 0,0218
Maka
As             = ρ. b. d
                 = 0,0218 . 250. 437,49
                 = 2384,32  mm2
Jumlah tulangannya adalah = As / (1/4πd2) = 2384,32 / (1/4.π. 252)
                                         = 4,85 ≈ 5 bh (Aman dipasang Tul. Rangkap)


Sedangkan untuk perhitungan tulangan lapangan, dihitung menggunakan balok T.
Cara mencarinya sedikit berbeda dengan perhitungan tulangan pada tumpuan.

10 komentar:

  1. Untuk mencari nilai K yg dpakai tabel apaan mas?
    kok saya ga nemu2 yah

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk mencari nilai k, digunakan tabel rho.

      Hapus
    2. dari tabel ρ saya tdk mnemukan nilai k = 5.198 dan nilai ρ = 0.0196. bagaimana bisa dapat angka itu mas?

      maaf bnyak nanya masih pemula!

      Hapus
    3. untuk mencari nilai K gunakan rumus K=(Mu/0,8.b.d^2). setelah dapat nilai K maka lihat di tabel rho nya..
      di tabel rho anda harus cari sesuai nilai fc dan fy yg anda pakai.dlm perhitungan ini saya pakai fc=30 fy=300.

      Hapus
    4. uda di masukin angkanya ke rumus K nya tapi kok ga segitu dpt nya?

      Hapus
    5. harus disamakan satuannya mas..
      k = (Mu/0,8.b.d^2) untuk nilai mu kan satuannya Knm harus diubah ke Knmm, maka harus dikali 10^6. dan untuk nilai d itu harus nilai d efektif, bukan nilai d baloknya. d eff = d balok-selimut beton-diameter tul. sengkang-1/2 diameter tulangan utama.

      jadi kalau hitungan saya diatas k=((217,61.10^6)/(0,8.250.457,5^2)= 5,198

      Hapus
  2. makasin infonya.............kita tunggu kunjungan baliknya dan komentar ke link kita

    semoga bermanfaat

    BalasHapus
  3. kok baru tau pake nilai K ya mas, biasanya pke tabel Ca

    BalasHapus
    Balasan
    1. banyak metode sebenarnya. ini hanya salah satu metodanya.

      Hapus