Pengembang perumahan adalah salah satu cara cepat membiakkan kekayaan.Dalam
10 tahun terakhir sebagian kalangan menengah kota mengalami peningkatan
kekayaan yang signifikan. Indikasinya bisa dilihat dari pembentukan
Kantor Pelayanan Pajak (KPP) khusus wajib pajak (WP) besar orang pribadi
akhir tahun lalu. Selain untuk mengejar kewajiban pajak para pengusaha
yang selama ini membayar pajak jauh di bawah semestinya, KPP khusus itu
juga untuk menjaring WP baru yang meningkat kekayaannya.
Kekayaan kalangan menengah itu bisa berbiak cepat antara lain karena mereka bermain di properti
atau menjadi pengembang perumahan. Tidak hanya sebagai pembeli tapi
juga pengembang perumahan (developer). Baik pengembang perumahan pasif
(hanya menyetor modal atau investor) maupun pengembang perumahan aktif
(menyetor modal dan terlibat dalam pengembangan). Yang terakhir ini bisa
sendiri atau bermitra dengan pengembang perumahan yang sudah berpengalaman.
Bisnis pengembang perumahan (properti) memang menjanjikan keuntungan
menggiurkan. “Rata-rata margin bersihnya 20 persen dari harga rumah,”
kata Miftah Sunandar, Direktur Utama PT Miftah Putra Mandiri, pengembang
perumahan menengah bawah, menengah dan menengah atas di Depok dan
Bandung (Jawa Barat) serta Jakarta Selatan. Angka yang mirip disebutkan Ghofar Rozaq Nazila,
Direktur Utama PT Relife Realty, pengembang perumahan menengah dan
menengah atas di Depok dan Jakarta Timur. Jangan heran kendati relatif
baru di bisnis pengembang perumahan, kedua developer muda itu sudah bisa
membukukan penjualan hampir Rp100 miliar tahun lalu.
|
Bersama andykasipil.blogspot.com Kita Berbagi Pengetahuan Bersama
Jumat, 23 Desember 2011
Cara Mudah Menjadi Developer Perumahan ( Properti )
Rabu, 21 Desember 2011
Contoh Proposal KBGI ( Kontes Bangunan Gedung Indonesia ) Tim Segentar Alam
Latar Belakang KBGI
Sebagian wilayah Indonesia merupakan kawasan yang mempunyai tingkat ancaman kegempaan tinggi. Data yang berhasil dicatat menunjukkan bahwa rata-rata setiap tahun terjadi sepuluh gempa bumi di Indonesia yang mengakibatkan kerugian yang cukup besar. Sebagian gempa berpusat di daerah lepas pantai dan sebagian lagi di daratan. Kerugian akibat gempa dapat berupa kerusakan/kehancuran infrastruktur bangunan dan bahkan sering diikuti jatuhnya korban manusia.
Dengan menerapkan prinsip-prinsip rekayasa yang benar, detail konstruksi dan pelaksanaan teknis yang baik, kerugian harta benda dan jiwa manusia diharapkan akan dapat dikurangi (diminimalisir) ketika gempa terjadi. Beban gempa yang terjadi pada suatu bangunan juga tergantung pada keadaan (features) dari bangunan tersebut, yakni antara lain hal-hal teknis yang bertalian dengan fleksibilitasnya, berat konstruksinya dan kualitas material serta struktur dari konstruksi yang ada. Bangunan yang fIeksibel akan menerima beban gempa yang lebih kecil dibandingkan bangunan yang kaku. Bangunan yang lebih ringan akan menerima beban gempa yang lebih kecil daripada bangunan yang berat; dan bangunan yang kenyal (daktail) akan mampu menyerap (mendisipasi) energi gempa yang lebih besar dari pada bangunan yang getas. Bangunan getas di bawah beban gempa lebih memungkinan akan runtuh secara mendadak. Pada umumnya keruntuhan yang bersifat tiba-tiba (brutal) dari bangunan menjadi faktor penyebab utama dari jatuhnya banyak korban jiwa, karena keruntuhan tiba-tiba tidak memberikan waktu yang cukup bagi orang untuk menyelamatkan diri keluar dari dalam bangunan ketika gempa terjadi. Sebaliknya bangunan yang daktail akan mampu memberikan waktu yang lebih lama bagi orang untuk keluar dari dalam bangunan sebelum keruntuhan bangunan terjadi. Selain lebih ringan, bangunan dari kayu dapat digolongkan sebagai bangunan yang kenyal sehingga sangat diharapkan jika keruntuhan harus terjadi tidak akan bersifat tiba-tiba.
Senin, 19 Desember 2011
Profil PT. Pupuk Sriwidjaja ( PUSRI ) Palembang
Sejarah PT. Pupuk Sriwidjaja ( PUSRI )
PT Pupuk Sriwidjaja didirikan pada
tanggal 24 Desember 1959 di Palembang, Sumatera Selatan. PT Pusri
merupakan pabrik urea pertama di Indonesia. Bermula dengan satu unit
pabrik berkapasitas 100 ribu ton urea per tahun, perusahaan mengalami
perkembangan pesat sepanjang tahun 1972 hingga 1994 dengan dibangunnya
beberapa pabrik baru sehingga meningkatkan kapasitas terpasang menjadi
2,26 juta ton urea per tahun.
Mengiringi
pembangunan pabrik-pabrik baru dan bersamaan dengan munculnya sejumlah
pabrik pupuk lain di Indonesia, PT Pusri mulai mengubah orientasi
produksi ke orientasi pasar. Dengan bantuan pinjaman Bank Dunia, PT
Pusri membangun jaringan distribusi dan pemasaran - berikut sarana dan
prasarana pendukungnya hingga menjangkau segenap pelosok Nusantara.
Sejak tahun 1979 pemerintah menugaskan PT Pusri untuk melaksanakan
distribusi dan pemasaran pupuk bersubsidi ke seluruh wilayah Indonesia
hingga dibebaskannya tata niaga pupuk, serta saat ini pemerintah
memutuskan dibentuknya rayonisasi wilayah pemasaran dan distribusi pupuk
bersubsidi mulai tahun 2003.
Langganan:
Postingan (Atom)


